23 Jan 2012

Heroin Awalnya Dari Obat Batuk

HEROIN FROM HERO TO ZERO

SEJARAH PANJANG HEROIN

botol heroin,bayer-heroin

Narkoba satu ini jarang orang yang tahu dan tidak menyangka bahwa HEROIN salah satu jenis golongan Narkotika yang dilarang sebenarnya adalah nama produk dagang dari sirup obat batuk produksiBayer,Ituloh perusahaan yang sekarang ini dikenal lewat produk obat anti nyamuknya.Saya awalnya tahu mengenai hal ini setelah mendapat tugas untuk mentranslate reading text di buku bacaan siswa SMA,tertarik isinya eh ternyata,saya baru tahu bahwa Heroin mendapatkan namanya karena emang dulu dia berjasa dibidang kedokteran.


Bayeradalah perusahaan yang pertama kali mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin. Pada awal 1898, heroin buatan Dreser itu kemudian diujicobakan pada sejumlah katak dan kelinci di laboratorium. Dreser bahkan mengujicobakannya pada sejumlah pekerja di Bayer. Anehnya, para pekerja justru tak berkeberatan dan merasa senang dengan dilakukannya percobaan itu. Mereka menganggap bahwa obat baru temuan Dreser selalu membuat mereka merasa heroik.

poppy plant

Heroin adalah hasil sintesis diasetilmorfin yang merupakan derivat senyawa morfin. Senyawa diasetilmorfin berbentuk kristal berwarna putih dari tanaman Poppi(bukan nama artis tahun 70 an alias poppy mercury wkwkw), tak berbau, dan berasa pahit adalah senyawa yang kemudian diketahui cukup berbahaya. Para ahli sains kemudian berlomba-lomba melakukan penelitian untuk mendapatkan obat. Penemuan diasetilmofin oleh ilmuwan Inggris,C. R. Wright, tahun 1874 memberi ilham pada Dreser untuk menciptakan obat baru yang tidak menimbulkan ketagihan tetapi tetap memiliki khasiat sama, yakni sebagai obat penenang (sedatif) dan penghilang rasa sakit. Setidaknya begitulah anggapan Dreser pada saat itu. Yang pada kenyataannya pada saat ini anggapan tersebut salah.

Penemu Heroin

dreser heinrich,poppy,hero-in

sebuah perusahaan farmasi besar dan ternama di Jerman.Bayer pertama kali mengembangkan Heroin pada tahun 1898 sebagai obat batuk sirup, Pengembangan dan penemuan ini tak luput dari andil dan peran besar seorang ilmuan yang bernama Heinrich Dreser (1860 – 1924)lahir di Darmstadt, Jerman, pada tahun 1860.

Sepanjang kariernya di Bayer antara tahun 1897-1914 Dreser bertugas sebagai seorang peneliti dimana ia bertanggung jawab menguji keamanan dan kemanjuran produk obat baru.

Pada masa tersebut Dreser memikul jabatan sebagai seorang Kepala Laboratorium. Yang mana jabatan tersebut memberikan wewenang dalam memutuskan apakah suatu obat layak dipasarkan atau tidak, bersama jabatan tersebut pulalah membawa Dreser pada penemuan heroin yang sangat spektakuler sekaligus kontroversial.

Menjadi "Hero" Pada Awal Kemunculan

heroin molekul

Heinrich Dreser, masih merasa belum puas dengan produk baru ciptaannya tersebut. Ia kemudian tertarik untuk mencoba pada dirinya sendiri. Sejumlah hasil mengejutkan ternyata mampu dirasakannya hingga dapat menyimpulkan bahwa produk itu sangat efektif untuk mengobati sejumlah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti bronkhitis, asma, dan tuberkulosis (TBC).

Pada November 1898, Dreser mempresentasikan obat temuannya pada Kongres Naturalis dan Dokter Jerman. Ia mengklaim bahwa heroin 10 kali lipat lebih efektif dari obat batuk biasa, namun hanya mengandung sedikit bahan toksik. Obat batuk sirup baru itu juga diklaim Dreser sebagai obat yang lebih efektif dibandingkan morfin sebagai penahan sakit. Dreser menegaskan, obat tersebut sangat aman dikonsumsi walau agak kontroversi pada masa itu.

botol heroin,bayer-heroin

Nama "HEROIN" sebagai obat batuk sirup pun kemudian diluncurkan secara resmi oleh Bayer dan mulai dipasarkan untuk khalayak ramai pada tahun 1898. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman heroisch yang berarti heroik. Brand heroin yang didengung-dengungkan waktu itu yakni:Heroin-sang penawar batuk.

botol heroin putih,coklat

Bayer Semakin gencar melakukan pemasaran heroin ini, mereka kemudian memberikan contoh produk ini kepada para dokter. Akibatnya, tak sedikit dokter yang meresepkannya untuk para pasien mereka. Heroin pun kemudian berkembang secara luas di lingkungan medis tanpa menyadari bagaimana efek ketergantungan yang dihasilkan produk ini. Melihat fenomena pemasaran yang terus meningkat, Bayer pun terus meningkatkan produksinya dan menjual ke 12 negara lainnya di luar Jerman.

From Hero To Zero

heroin,adiktif,sakaw

Akhirnya,Lama-kelamaan, keganjilan mulai tampak. Para dokter mulai mencatat banyak sekali permintaan pasien akan obat batuk sirup ini meskipun para pasien itu tak memiliki keluhan pada saluran pernapasannya. Sejumlah ilmuwan, dokter, dan para pakar kimia kemudian mendeteksi adanya kandungan obat keras di dalamnya. Mereka menyimpulkan bahwa diasetilmofin yang dikandung heroin mungkin tak seadiktif morfin, namun justru lebih hebat dari itu.

Daya ketergantungan heroin dua hingga empat kali lebih kuat dibandingkan morfin! Saat memasuki metabolisme tubuh, zat aktif heroin langsung memasuki aliran darah dan merasuk masuk ke otak hingga menyebabkan sebuah euforia.

Berkaca dari berbagai temuan ilmuwan itu, Bayer kemudian menghentikan produksi dan pemasaran obat batuk sirup heroin pada 1913. Lebih dari itu, Bayer langsung menghapus nama heroin pada daftar obat yang berhasil mereka temukan sekaligus menjadi catatan sejarah kelam bagi perusahaan terkenal itu. Peredaran heroin pun kemudian dilarang secara luas semenjak tahun 1924.Dan sampai saat ini Heroin masuk dalam jajaran psikotropika kelas atas yang tingat candunya sangat tinggi

EFEK PENGGUNAAN HEROIN

Penggunaan heroin berdampak bagi tubuh manusia.Efek singkat heroin segera timbul setelah pemakaian dan akan hilang dalam beberapa jam. Setelah injeksi heroin, pemakai merasakan euphoria yang disertai rasa hangat di kulit, mulut kering, dan susah menggerakkan tangan dan kaki. Pemakai juga merasakan keadaan antara sadar dan mengantuk sehingga fungsi mental terganggu karena depresi susunan saraf pusat. Efek lain yang terjadi adalah suara lirih bila berbicara, cara jalan lambat, pupil menyempit, kelopak mata turun, sulit melihat pad amalam hari, muntah, dan konstipasi.

dampak penggunaan heroindampak penggunaan heroin

Efek lanjut dari pemakaian heroin timbul setelah pemakaian berulang dalam jangaka waktu tertentu. Efek kronis dapat berupa rusaknya pembuluh darah, infeksi pada pembuluh dan katup jantung, abses, selulit, dan penyakit liver. Komplikasi pada paru-paru dapat berupa berbagai macam pneumonia, dapat terjadi karena buruknya kesehatan penyalahguna, dan juga karena efek depresi saluran pernafasan.

Selain efek dari heroin, pengawet yang digunakan dapat berupa zat yang tidak seluruhnya larut sehingga dapat menyumbat pembuluh darah paru-paru, liver, ginjal, dan otak. Hal ini dapat menyebabkan infeksi atau kematian sel pada organ vital. Dengan penggunaan yang dibiasakan, tubuh akan mentoleransi heroin. Hal ini berarti penyalahguna harus memakai lebih banyak heroin untuk mendapatkan efek dengan intensitas yang sama.SAy No To Drugs(yang Penting SHare)

Sumber Inspirasi:

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

26 comments:

  1. wah bener2 dr hero to zero.
    Lantas ini salah siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini sudah diatur yang diatas sob,law yang salah salahkan manusia yang selalu ingin tahu hkhkhk,weh keknya pertamax trus nih

      Delete
  2. wah heroin itu rasanya gimana ya?.kan awalnya dari obat batuk.
    makin penasaran aja nih.sejarah nya memang bagus mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah jgn tanya saya mas rasanya hhkhkk mana saya tau;tanya ama yang udah make geh :P hehe
      salam yang Penting Share

      Delete
  3. Mantap, gue lagi kayak baca buku kesehatan. Semoga artikel ini gak di copas.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha moga aja bik gue juga dah ikhlas dah kalo dicopas ,asal rapi hkhkhhk

      Delete
  4. udah rada mendingan nih sob blognya..
    artikel yang bagus komplit jadi tambah ilmu deh disini..
    ijin follow ya, salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. infonya keren ini sob.. saya baru tahu kalo heroin itu awalnya obat batuk.. serem juga yaa.. semoga obat batuk sekarang gk ada yang mengandung heroin, hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwwkwk iya sob serem juga kalo masih make heroin,padahal udah gak batuk ehh malah minta obat lagi wkwwk

      Delete
  6. wuah ga nyangka bayer dulu dicampur heroin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob saya juga gak nyangka tapi itulah sejarahnya :D

      Delete
  7. KUrang lebih ini suntikan2 Haram itu hehehhee Say No To Drug ( aku setuju )

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe Oke sin,say no to drugs

      Delete
  8. Wah.. Sejarah panjang Heroin yang MANTAAFF BGT neh Sob!!!
    Ternyata Heroin itu awalnya merupakan Pahlawan Obat Batuk yach.. eh gak taunya akhirnya sangat sangat Berbahaya BGT efeknya!!!
    Ck...Ck...CK... Whatever Heroin itu adalah Narkoba juga yang harus Kita jauuhi!!!
    No Drugs No Drunk is MANTAAFFF!!!
    Hweehehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe mantafff emang bang jangn dicoba2 kalo gak mau masa depan ancurr

      Delete
    2. SIAAAAP LAKSANAKAN BOSS!!!
      Yang Penting Hepi...Yang Penting Share Jauhin NARKOBA!!!!
      ^_^

      Delete
    3. okeee mari kita jauhi narkoba bareng2

      Delete
  9. akibat saLah pergaulan kayaknya ya gan. obat yang bener-bener buat menyembuhkan eh malah dibuat penyakit.. resiko ditanggung pemakai. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi itu dia ,akibat salah aturan pake haha

      Delete
    2. thanks udah mampir sob

      Delete
  10. nah berarti narkoba diciptakan oleh seorang ilmuwan juga dulunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. tul banget brow,iya tapi disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawb

      Delete
  11. wew.. mantab.. pokoknya Semangat ngeblog tinggalkan narkoba!!!!

    ReplyDelete