8 Dec 2012

Edelweis Tidak lagi Abadi

Edelweiss

Amara, aku dan batang-batang edelweis

sepanjang jalan yang terpilih

menyimpan doa yang terinjak tangis ranting kering

menghitung kata di setiap kelopak kecil edelweis yang putih

tanggalkan lukisan kertas tiga warna di kecipak air danau dalam hening

Amara dalam episode setangkai Edelweiss

Rini Intama -Mei 2011

Entah kenapa diriku ingin sekali menulis tentang edelweis, kemarin main ke yahoo mail trus baca tentang sang Bunga Abadi yang diujung kepunahan. Anaphalis javanica, adalah sebuah nama latin dari salah satu bunga yang menginspirasiku. Mungkin kalian akan lebih mengenalnya dengan sebutan bunga edelweis atau bunga abadi.

Edelweis adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia.

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.

Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Mmm.., kalau bicara mengenai mitos memang susah, meskipun terkadang itu tidak masuk akal.

Tapi di lain sisi, ketika posisi kita telah menjadi korbannya, justru sebaliknya, "Mitos mampu mengalahkan sebuah logika dan keyakinan". Nggak percaya? Coba deh tanyakan ke teman-teman kamu mengenai hal ini. Atau mungkin diantara kamu memiliki cerita tersendiri mengenai mitos ini.

Siapa yang nggak tahu bunga edelweis, atau banyak orang yang memberikan istilah dengan bunga abadi. Kalau dilihat dari bentuknya bunga ini sangat cantik, dan di balik kecantikannya itu tersimpan makna ataupun mitos yang cukup banyak mempercayainya.

Butuh perjuangan untuk mendapatkannya, karena bunga yang satu ini biasanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung.

Oleh karena itu kamu bisa membayangkan betapa susahnya untuk bisa memetik si bunga abadi ini. Orang bilang, "Untuk mendapatkan bunga edelweis yang indah, maka semakin besar resiko yang dihadapi", karena nyawa adalah tantangannya. Mengingat bahwa bunga edelweis telah menjadi bunga yang langka dan dilindungi, Ditambah lagi dengan adanya larangan membawa pulang bunga ini, pemetik harus main petak umpet dengan petugas penjaga Gunung, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan.

Tapi.., fenomena yang ada sekarang ini justru mengharuskan kita agar dapat bijaksana dan membuat benang merah agar bunga edelweis tetap ada sebagai pelepas dahaga jika seandainya suatu saat kita berdiri di sebuah puncak yang tinggi, dimana sekeliling kita adalah hamparan bunga abadi ini. Save Edelweis!

So, kalau kamu punya pacar atau juga pasangan kamu bertanya, "Kenapa kamu (tiba-tiba) nggak suka bunga edelweis? Bukankah itu bunga abadi yang bisa membuat cinta kita abadi seperti bunga edelweis?".

Cari alasan lain aja deh, yaa.. mungkin kamu bisa bilang, "Bunga itu terlalu indah untukku..", "Aku gak tega melihatnya, karena hanya bunga ini puncak dan lembah di pegunungan menjadi indah..", atau, "Cinta kita akan lebih indah dan abadi jika kamu memberikan bunga hatimu #eaa menggombal..".

Bagi yang percaya bahwa bunga edelweis bisa membuat cinta kamu abadi, akan lebih bijaksana kalau kamu justru membiarkan bunga itu tumbuh dan abadi sesuai pada tempatnya.

Dan intinya, Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi (dari sekuntum bunga abadi), tapi adalah cinta sejati (juga bukan dari sekuntum bunga Edelweis). Dan kamu justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kamu tidak meyakini bahwa yang sedang kamu rasakan sekarang ini adalah cinta sejati dan juga abadi.

sumber bacaan :

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

23 comments:

  1. pantes kek pernah denger namanya, pas udah baca baru ingat ternyata nama bunga :D

    pengen saya liat bunga nya bang, tapi gak pernah kesampean sampe skrang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa ya soalnya emang langka dan slit ditemuin bro hehe, anyway blognya apa ya?

      Delete
    2. hahaha saya punya blog sih bang, tapi dari dulu gak slesai slesai,, maklum gak pandai koding CSS :D gak usah di kasih ya linknya saya malu xD gak ada bagus2nya juga bang hahaha
      post pun baru 4 trus make tempe blogazine punya bang taufik..
      malu saya bang hahaha

      Delete
    3. kenapa msti malu? ya setidaknya kan udah belajar hehe :D oke deh semoga cepet selesai ya blognya

      Delete
  2. kirian nama orang penemu...
    ehh ternyata nama bunga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe ya lah mgkin jga penemunya prtama kali bernama edelwiss kayak bunga bangkai

      Delete
    2. ya bisa jadi begitulah.

      Delete
  3. Emmm semoga bunga tersebut dapat di lestarikan ya...... :D Kasihan kalau punah, ntar kalau punah kan anak cucu kita tidak bisa menikmati keindahan bunga itu lagi.... hiks hiks hiks.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah betul pak ustadz makasih ya masukannya

      Delete
    2. Sama-sama kang, kita kan sebagai manusia itu haris saling tolong menolong dan mengingatkan.... :D

      Delete
  4. seumur-umur gk pernah ane ngeliat bunga edelweis padahal sering dengar...gara2 pemikiran yg mengatakan bunga edelweis jadi pemersatu cinta malah bunganya diambang kepunahan #miriss

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya miriss bangett tapi masih banyak yg pengen ngambil dan metik bunga ini padahal katanya mereka adalah para pencinta alam

      Delete
  5. Bunga,, yang hampir.. punah..
    Perlu dilestarikan.. pingin liat.. tapi ya jauh..
    Selama ini ane liat ini cuma dari buku :'(

    hkhkhkhkhk... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sekarang udah hampir punah? walahh koq ujung2nya ketawa? ada yg lucu ya?

      Delete
  6. duuhhh bunga yang terlihat selalu indah.. bunga ini menjadi bunga yang bisa menjadikan cinta abadi...

    tapi ane bisa lihat bunga dari gambar saja.. gak pernah lihat secara langsung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemmm masih syukur bisa liat gambarnya gimana tar law udah bener2 punah ? kasian anak cucu kamu tar hehe

      Delete
    2. hehe bener juga tuh bang... aduuhh semoga aj jangan sempek punah dah....

      Delete
  7. save edelweiss!

    saya salah satu penggemar bunga ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupss penggemar berarti banyak dong koleksinya?

      Delete
  8. dulu di bromo aku pernah beli harganya 10rbu...
    Tapi kalo sekarang mungkin udah lebih mahal..

    ReplyDelete
  9. wah.. ternyata ada mitos dibalik bunga Edelweiss ya.. baru tau saya..

    ReplyDelete
  10. gila kren bgt tampilannya mas :) master nih :D

    ReplyDelete
  11. tak tunggu postnya yg baru

    ReplyDelete