Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

27 Mar 2012

April mop

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

14 Feb 2012

Valentine days,Benarkah hari kasih sayang Belaka?

valentine itu hari kasih sayang atau?

cupid valentine

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

2 Nov 2011

Dibalik Sejarah panjang Kurban

Dibalik Sejarah panjang Kurban

Minal aidin walfaizin,sebentarlagi kita akan melewati hari raya Umat muslim lagi yang amat kita tunggu-tunggu.Yakni Hari raya Kurban.Hari raya dimana kita umat muslim yang berkecukupan mengurbankan sebagian hartanya dijalan Allah dalam bentuk penyembelihan Hewan ternak dan dibagikan kepada para Fakir dan yatim piatu dengan niat Allah Ta'ala.


By the way,dibalik Hari raya kurban,menyimpan sejarah panjang mengapa Manusia dan harus berkurban.?Mungkin selama ini kita tahunya dari sejarah Nabi Ibrahim yang menyembelih anaknya Ismail saja?namun ternayata,sejak zaman Nabi Adam As,Berkurban telah dilakukan sebagai bukti kecintaan kita Pada sang Pencipta,bukan Harta duniawi nya . Ternyata,Berkurban bukan hanya dilakukan oleh umat muslim saja,tetapi juga Umat jahiliyah juga,tetapi mereka salah jalan dalam mengurbankan harta dan ternak mereka. Sebagaimana Firman Allah SWT.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ


Artinya:

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (Al Hajj: 34)."

1.Qurban Dimasa Nabi Adam As


"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maidah: 27).

habil dan qabil

Allâh memerintah Adam agar mengawinkan Qabil dengan saudara perempuan kembar Habil yang bernama Lubuda yang tidak bagus rupa, dan mengawinkan Habil dengan saudara perempuan kembar Qabil yang bernama Iqlima yang cantik rupa. Pada saat itu Adam dilarang Allâh mengawinkan perempuan kepada saudara laki-lakinya yang kembar. Namun Qabil menolak hal ini, sementara Habil menerima. Qabil ingin kawin dengan saudara perempuan kembarnya sendiri yang cantik rupa. Maka Adam menyuruh kedua anaknya untuk berqurban, siapa yang diterima qurbannya, itu yang menjadi suami bagi saudara perempuan kembar Qabil yang cantik

Kemudian kedua anak Adam itu berqurban, Habîl adalah seorang peternak kambing dan ia berqurban denganKambing Qibas yang berwarna putih, matanya bundar dan bertanduk mulus, dan berqurban dengan jiwa yang bersih. Dan Qabil adalah tukang bercocok tanam, Ia berqurban dengan makanan yang jelek, dan niat yang tidak baik. Maka diterima qurbannya Habil dan tidak diterima qurbannya Qabil. Dan qurban-qurban itu diletakkan di sebuah gunung dan tanda diterimanya qurban itu ialah dengan datangnya api dari langit lalu membakarnya. Dan ternyata api menyambar Kambing Qibas qurbannya Habil, sebagai tanda diterima qurbannya. Melihat hal demikian Qabil marah, dan membunuh saudaranya.

2.Di masa Nabi Idris

Disunnahkan kepada kaum Nabi Idris As yang taat kepadanya antara lain; beragama Allâh, bertauhid, ibadah kepada khaliq, membersihkan jiwa dari siksa akhirat dengan cara beramal shalih di dunia, bersifat Zuhud, adil, puasa pada hari yang ditentukan pada tiap bulan, berjihad, berzakat dan sebagainya. Dan bagi kaum Idris ditetapkan hari-hari raya pada waktu-waktu yang tertentu, serta berqurban; di antaranya saat terbenam matahari ke ufuk dan saat melihat hilal. Mereka diperintah berqurban antara lain dengan al-Bakhûr (dupa atau wangi-wangian), al-Dzabâih (sembelihan), al-Rayyâhîn (tumbuhan-tumbuhan yang harum baunya), di antaranya al-Wardu (bunga ros), dan al-hubûb biji-bijian, seperti al-Hinthah (biji gandum), dan juga berqurban dengan al-Fawâkih (buah-buahan), seperti al-‘Inab (buah anggur).

3. Qurban di masa Nabi Nuh As.


Dizaman Nabi Nuh ketika para penentangnya telah tenggelam oleh air Bah yang diturunkan ALLAH SWT,termasuk istri dan anaknya sendiri.Nabi Nuh juga melakukan Kurban tepatnyasesudah terjadi taufan (banjir) Nûh, Nabi Nûh As membuat tempat yang sengaja dan tertentu untuk meletakkan qurban, yang nantinya qurban tersebut sesudah diletakkan di tempat tadi dibakar.


4. Qurban di masa Nabi Musa As.

Penyembelihan qurban berlaku hingga zaman Nabi Musa As. Nabi Musa membagi binatang yang disediakan untuk qurban kepada dua bagian, sebagian dilepaskan saja dan dibiarkan berkeliaran sesudah di beri tanda yang diperlukan. Dan sebagian lagi disembelih.


5. Qurban Bani Isroil.

Ummat dulu sebelum kita, jika seorang dari mereka berqurban, orang-orang keluar menyaksikan apakah qurban mereka itu diterima atau tidak. Jika diterima datang api putih (Baidhâ`u) dari langit membakar apa yang diqurbankan. Jika qurbannya tidak diterima, api itu tidak muncul. Dan rupa api itu Lâ dukhâna lahâ wa lahâ dawiyun (api yang tidak berasap dan berbunyi). Dan bila seorang laki-laki dari mereka (Bani Isrâ’îl) bershadaqah, jika diterima turun api dari langit, lalu membakar apa yang mereka sodaqohkan.

6. Qurban di masa Nabi Ibrohim As.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa usia Ismail sekitar 6 atau 7 tahun. Sejak dilahirkan sampai sebesar itu Nabi Ismail senantiasa menjadi anak kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash-Shaffaat: 102 :

"Maka ketika sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha, Ibrahim berkata: Hai anakku aku melihat (bermimpi) dalam tidur bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Dalam mimpinya, Ibrahim mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail. Ketika sampai di Mina, Ibrahim menginap dan bermimpi lagi dengan mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah, malamnya di Mina, Ibrahim bermimpi lagi dengan mimpi yang tidak berbeda pula. Ibrahim kemudian mengajak putranya, Ismail, berjalan meninggalkan tempat tinggalnya, Mina. Baru saja Ibrahim berjalan meninggalkan rumah, syaitan menggoda Siti Hajar: “Hai Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail?”. Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau diapakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Setibanya di Jabal Qurban, sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya. Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail. Rencana itu pun berubah drastis, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Ash-Shaffaat ayat 103-107:

"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya. Dan Kami panggillah Dia: "Hai Ibrohim, “Kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “.


7. Qurban di masa Nabi zakaria As dan Nabi Yahya As.

Nabi Zakaria As dan Nabi Yahya As adalah di antara nabi dan rosul dari Bani Isroil, pada keduanya ada qurban. Dan qurbannya adalah binatang dan Amti'atun (barang-barang) lalu di bakar api.

8. Qurban Pada Bangsa Yahudi dan Nashrani

Bangsa Yahudi merupakan sebagian dari bani Isrâ’îl. Sementara Bani Isrâ’îl adalah keturunan Nabi Ya’qub As. Nabi Ya’kub bergelar, Isrâ’îl. Pada bangsa Yahudi terdapat qurban yang biasa mereka lakukan demikian juga pada bangsa Nashrani. Qurban pada bangsa Yahudi dan bangsa Nashrani, yaitu melakukan pengurbanan dengan membakar sebagai sesaji yang bertujuan mengingat-ingat kesalahan, yaitu dengan menyembelih sapi dan kambing jantan yang mulus, tidak cacat. Dengan menghidangkan: tepung, minyak dan susu. Qurban karena adanya ketentraman, sebagai rasa syukur kepada al-Rabb . Qurban pada bangsa Nashrani, antara lain: Persembahan missa seorang Kahin berupa roti dan arak. Yang menurut keyakinan pada mereka hakekatnya, roti dan arak yang mereka qurbankan ditukar dengan daging dan darah al-Masih.

9. Qurban Pada Bangsa Arab Jahilliyah.


Sebagai tambahan wawasazn kita,Bangsa Arab Jahiliyah juga suka berqurban. Qurban mereka dipersembahkan untuk berhala-berhala yang mereka sembah. Qurbannya ada binatang yang disembelih untuk berhala, dan ada binatang yang dilepas bebas berkeliaran, juga untuk berhala.

Cara qurban Arab Jahiliyah, yaitu mereka jika menyembelih binatang qurban, seperti unta, mereka percikan daging dan darahnya pada al-baet (ka’bah).Arab Jahili jika mereka menyembelih binatang, memercikan darahnya pada permukaan ka’bah, dan memotong-motong dagingnya lalu mereka simpan di atas batu.

Selain qurban yang disembelih, juga ada qurban Jahiliyah yang dilepas untuk sembahan mereka, yaitu Bahîrah, sâibah, washîlah, hâm.

* Bahîrah, ialah unta betina yang telah beranak lima kali, dibebaskan, tidak boleh di ganggu. Jika anak yang kelima jantan, mereka sembelih dan boleh dimakan baik oleh laki-laki atau perempuan. Jika Betina dibelah telinganya, dan hanya dapat diambil manfaatnya oleh laki-laki, tidak boleh oleh wanita. Jika betina itu mati, halal, baik bagi laki-laki atau wanita.

* Sâibah, yaitu unta jantan yang dilepas tidak boleh diganggu karena dipakai nazar pada Thaugut-thaugut mereka. Orang Arab Jahiliyyah jika mereka sakit atau sesuatu yang hilang kembali lagi, mereka jadikan unta jantan saibah ini sebagai qurban.

* Washîlah, ialah domba betina jika melahirkan betina, mereka makan. Jika lahir jantan dipersembahkan buat Tuhan mereka. Jika kembar, mereka tidak menyembelih yang jantan karena buat Tuhan mereka.

* Hâm, ialah unta jantan yang telah dapat membuntingkan unta betina 10 kali, tidak boleh diganggu-gugat lagi, untuk Tuhan mereka.

Sembelihan Jahiliyyah itu terbagi tiga:

  1. Untuk mendekatkan diri kepada sesuatu yang dipuja. Sembelihan untuk maksud ini dibakar, mereka ambil kulitnya saja, dan mereka berikan kepada Kahin (dukun).
  2. Untuk meminta ampun. Untuk maksud ini, dibakar separuh, dan separuhnya lagi diberikan kepada kahin (dukun).
  3. Untuk memohon keselamatan. Untuk maksud ini mereka makan.

10. Qurban Abdul Muthalib (Kakek Nabi SAW).

Pada waktu Ayah Nabi, Abdullah bin Abdul Muthalib, belum dilahirkan. Abdul Muthalib pernah bernazar kepada berhalanya, bahwa jika anaknya laki-laki sudah ada sepuluh orang , maka salah seorang dari mereka akan dijadikan qurban di muka berhala yang ada di sisi Ka'bah yang biasa di puja oleh bangsawan Quraisy. Oleh sebab itu, setelah istri Abdul Muthalib melahirkan anak laki-laki maka mereka itu genaplah sepuluh orang.

Abdul Muthalib bermimpi pada suatu malam ada suara yang memanggil, yang ia tidak mengerti maknanya, yaitu, Ihfir Thayyibah!, lalu pada malam kedua bermimpi lagi, Ihfir Barrah!, berikutnya bermimpi, Ihfir Madhmûnah! dan malam keempat suara dalam mimpinya yaitu, Ihfir Zamzam!. Setelah itu baru ia mengerti dan bermaksud untuk melaksanakan mimpinya itu.

Sebelum pelaksanaan qurban itu, Abdul Muthalib mengumpulkan semua anak laki-lakinya dan mengadakan undian. Pada saat itu undian telah jatuh pada diri Abdullah. Padahal Abdullah itu seorang anak yang paling muda, yang paling bagus rupanya, dan yang paling dicintainya. Tetapi apa boleh buat, undian jatuh kepadanya, dan Abdullah menurut saja apa yang menjadi kehendak ayahnya.

Seketika tersiar kabar di seluruh kota Mekkah, bahwa Abdul Muthalib akan mengurbankan anaknya yang paling muda. Namun ketika itu orang-orang quraisy menolak dan menghalanginya. Hingga mereka mendatangi seorang al-‘Arâfat yaitu kahin di Yatsrib. Kahin Yatsrib menghukumi mereka supaya mengundi antara Abdullah dengan unta. Bila keluar unta, maka sembelih unta. Jika yang keluar Abdullah maka setiap kali keluar diganti dengan 10 ekor unta. Lalu mereka kembali ke Makkah, dan melakukan undian antara Abdullah dengan 10 ekor unta. Undian pertama keluar Abdullah, lalu diganti dengan 10 ekor unta. Hal ini berulang sampai undian yang kesembilan yang keluar Abdullah, baru yang kesepuluh keluar unta. Maka Abdul Muthalib mengganti Abdullah dengan 100 ekor unta untuk berqurban. Dan dengan demikian Abdullah urung untuk dijadikan qurban oleh ayahnya.

Dengan adanya peristiwa itu. Maka Nabi SAW setelah beberapa tahun lamanya menjadi rosul pernah bersabda,'Aku anak laki-laki dari dua orang yang di sembelih "Ibnu Dzabihain".

11. Qurban Nabi Muhammad SAW.


Nabi Muhammad SAW melakukan qurban pada waktu Haji Wada di Mina setelah solat Iedul Adha. Beliau menyembelih 100 ekor unta, 70 ekor di sembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor di sembelih oleh Sayyidina Ali Ra.

"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur." (Al Hajj:36).

Ayat ini menjelaskan binatang yang dijadikan qurban, tujuan qurban, cara menyembelih hewan qurban, kapan memakan daging qurban, siapa yang dapat memakan daging qurban. Binatang qurban, yaitu al-Budnu, dalam bahasa ialah nama yang khusus bagi unta. Sedangkan sapi dipandang sama menempati tempat unta dalam hukumnya karena Nabi Saw berkata, "Unta dijadikan dalam tujuh (bentuk) dan sapi merupakan bagian dari ketujuh bentuk itu."

WaAllhu A'lam bi showab.

MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN

MET IDUL ADHA 1432 H

~Admin Yang Penting Share~

Dari berbagai sumber.

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

25 Aug 2011

Inilah Tanda Malam Lailatul Qadar

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

19 Aug 2011

Yang Terlupakan

Nuzulul quran terlupakankah?

karya :randy oktaran(yang penting share)

Ingatkah kita dengan Kitab suci kita?
ngatkah kita Dengan Firman Nya?

Yang diturunkan berpuluh tahun lamanya

yang diturunkan dengan perjuangan Rasulnya

menghadapi kejamnya bangsa Jahiliyah

kafirnya Mereka pada masanya

untuk menyelamatkan Alam semesta Ini

alquran

Ingatkah kita kapan terakhir kali

membacanya?........

memahaminya?.......

Menjalankan nya?.....

atau sekedar membukanya?

Adakah waktu mu untuk sekedar mendengarnya?

KENAPA TIDAK?

membaca komik tiap hari pun kita bisa

membaca koran tiap pagi pun kita suka

tapi membaca firman tuhan saja kita enggan

kiamat

Ingatkah kita satu tanda kiamat akan tiba

Saat firman Tuhan dilupakan

Saat Alquran hanya jadi pajangan

saat tak ada lagi terdengar alunan al-quran

Nauzubillah minzalik

semoga kita Tidak termasuk Golongan yang melupakan

Aminn.....

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

6 Aug 2011

Kisah : Saad bin Abi waqqash

Singa Allah Yang Menyembunyikan Kukunya

Subhanallah,di Bulan yang suci ini alangkah baiknya bila kita menyimak tokoh yang dijanjikan Surga oleh Rasulullah SAw ini .Seperti yang sering kita dengar mungkin beberapa tokoh yang sering kita dengar kisahnya adalah abubakar ,Umar,usman,serta Ali ,Nah kali ini YANG PENTING SHARE tertarik untuk mengangkat kisah Saad Bin Abi waqqash,diantara kesepuluh sahabat nabi yang dijanjikan Surga Oleh Nabi bahkan dengan jaminan Orangtua nabi sendiri,subhanallah,begitu mulianya sahabat satu ini,yuk kita simak kisahnya berikut Ini,dan semoga dapat diambil hikmahnya

I.Mimpi sang Penjual busur

Alkisah di zaman saat islam masih merintis sayapnya,suatu Malam yang telah larut, ketika seorang pemuda bernama Sa’ad bin Abi Waqqash terbangun dari tidurnya. Baru saja ia bermimpi yang sangat mencemaskan. Ia merasa terbenam dalam kegelapan, kerongkongannya terasa sesak, nafasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran, keadaan sekelilingnya gelap-gulita. Dalam keadaan yang demikian dahsyat itu, tiba-tiba dia melihat seberkas cahaya dari langit yang terang-benderang.Maka dalam sekejap, berubahlah dunia yang gelap-gulita menjadi terang benderang dengan cahaya tadi. Cahaya itu menyinari seluruh rumah penjuru bumi. Bersaman dengan sinar yang cemerlang itu, Sa’ad bin Abi Waqqash melihat tiga orang lelaki, yang setelah diamati tidak lain adalah Ali bin Abi Thalib r.a., Abu Bakar bin Abi Quhafah dan Zaid bin Haritsh.

panah saad bin abi waqqash-yangpentingshare

Sejak ia bermimpi yang demikian itu, mata Sa'ad bin Abi Waqqash tidak mau terpejam lagi. Kini Sa’ad bin Abi Waqqash duduk merenung untuk memikirkan arti mimpi yang baginya sangat aneh. Sampai sinar matahari mulai meninggi, rahasia mimpi yang aneh tersebut masih belum terjawab. Hatinya kini bertanya-tanya, berita apakah gerangan yang hendak saya peroleh. Seperti biasa, di waktu pagi, Sa’ad dan ibunya selalu makan bersama-sama. Dalam menghadapi hidangan pagi ini, Sa’ad lebih banyak berdiam diri. Sa’ad adalah seorang pemuda yang sangat patuh dan taat kepada ibunya.

Namun, mimpi dashyat semalam dirahasiakannya, tidak diceritakan kepada ibu yang sangat dicintai dan dihormatinya. Sedemikian dalam sayangnya Sa’ad pada ibunya, sehingga seolah-olah cinta Sa’ad hanya untuk ibunya yang telah memelihara dirinya sejak kecil hingga dewasa dengan penuh kelembutan dan berbagai pengorbanan. Pekerjan Sa’ad adalah membuat tombak dan lembing yang diruncingkan untuk dijual kepada pemuda-pemuda Makkah yang senang berburu, meskipun ibunya terkadang melarangnya melakukan usaha ini.

Ibu Sa’ad yang bernama Hamnah binti Suyan bin Abu Umayyah adalah seorang wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy, yang memiliki wajah cantik dan anggun. Disamping itu, Hamnah juga seorang wanita yang terkenal cerdik dan memiliki pandangan yang jauh. Hamnah sangat setia kepada agama nenek moyangnya, yaitu penyembah berhala. Pada suatu hari tabir mimpi Sa'ad mulai terbuka, ketika Abu Bakar mendatangi Sa'ad di tempat pekerjaannya dengan membawa berita dari langit tentang diutusnya Muhammad Saw, sebagai Rasul Allah. Ketika Sa’ad bertanya, siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad Saw, dijawab oleh Abu Bakar : dirinya sendiri, Ali bin Abi Thalib r.a., dan Zaid bin Haritsh.

II.Antara Iman dan Ibu

Muhammad Saw, mengajak manusia menyembah Allah Yang Esa, Pencipta langit dan bumi. Seruan ini telah mengetuk pintu hati Sa’ad untuk menemui Rasul Allah Saw, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Kalbu Sa'ad telah disinari cahaya iman, meskipun usianya waktu itu baru menginjak tujuh belas tahun. Sa’ad termasuk dalam deretan lelaki pertama yang memeluk Islam selain Ali bin Abi Thalib r.a., Abu Bakar r.a. dan Zaid bin Haritsh. Cahaya agama Allah yang memancar ke dalam kalbu Sa’ad, sudah demikian kuat, meskipun ia mengalami ujian yang tidak ringan dalam memeluk agama Allah ini. Diantara ujian yang dirasa paling berat adalah, karena ibunya yang paling dikasihi dan disayanginya itu tidak rela ketika mengetahui Sa’ad memeluk Islam.

cerita sahabat rasul-yangpentingshare

Sejak memeluk Islam, Sa'ad telah melaksanakan shalat dengan sembunyi-sembunyi di kamarnya. Sampai pada suatu saat, ketika ia sedang bersujud kepada Allah, secara tidak sengaja, ibu yang belum mendapat hidayah dari Allah ini melihatnya. Dengan nada sedikit marah, Hamnah bertanya :"Sa'ad, apakah yang sedang kau lakukan ?" Rupanya Sa’ad sedang berdialog dengan Tuhannya; ia tampak tenang dan khusyu' sekali. Setelah selesai menunaikan Shalat, ia berbalik menghadap ibunya seraya berkata lembut."Ibuku sayang, anakmu tadi bersujud kepada Allah Yang Esa, Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya."

Mendengar jawaban anaknya, sang ibu mulai naik darah dan berkata : "Rupanya engkau telah meninggalkan agama nenek moyang kita, Tuhan Lata, Manata dan Uzza. Ibu tidak rela wahai anakku. Tinggalkanlah agama itu dan kembalilah kepada agama nenek moyang kita yang telah sekian lama kita anut". "Wahai ibu, aku tidak dapat lagi menyekutukan Allah, Dia-lah Dzat Yang Tunggal, tiada yang setara dengan Dia, dan Muhammad adalah utusan Allah untuk seluruh umat manusia," jawab Sa'ad. Kemarahan ibunya semakin menjadi-jadi, karena Sa’ad tetap bersikeras dengan keyakinannya yang baru ini.

Oleh karena itu, Hamnah berjanji tak akan makan dan minum sampai Sa’ad kembali taat memeluk agamanya semula. Sehari telah berlalu, ibu ini tetap tidak mau makan dan minum. Hati Sa’ad merintih melihat ibunya, tetapi keyakinannya terlalu mahal untuk dikorbankan. Sa'ad datang membujuk ibunya dengan mengajaknya makan dan minum bersama, tapi ibunya menolak dengan harapan agar Sa’ad kembali kepada agama nenek moyangnya. Kini Sa’ad makan sendirian tanpa ditemani ibunya. Hari keduapun telah berlalu, ibunya tampak letih, wajahnya pucat-pasi dan matanya cekung, ia kelihatan lemah sekali. Tidak ada sedikitpun makanan dan minuman yang dijamahnya. Sa’ad sebagai seorang anak yang mencintai ibunya bertambah sedih dan terharu sekali melihat keadaan Hamnah yang demikian.

Malam berikutnya, Sa’ad kembali membujuk ibunya,agar mau makan dan minum. Namun ibunya adalah seorang wanita yang berpendirian keras, ia tetap menolak ajakan Sa’ad untuk makan, bahkan ia kembali merayu Sa’ad agar menuruti perintahnya semula. Tetapi Sa’ad tetap pada pendiriannya, ia tak hendak menjual agama dan keimanannya kepada Allah dengan sesuatupun, sekalipun dengan nyawa ibu yang dicintainya. Imannya telah membara, cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya telah sedemikian dalam.

Di depan matanya ia menyaksikan keadaan ibunya yang meluluhkan hatinya, namun dari lidahnya keluar kata-kata pasti yang membingungkan lbunya; Demi Allah, ketahuilah wahai ibunda sayang, seandainya ibunda memiliki seratus nyawa lalu ia keluar satu persatu, tidaklah nanda akan meninggalkan agama ini walau ditebus dengan apa pun juga. Maka sekarang, terserah kepada ibunda, apakah ibunda akan makan atau tidak". Kata kepastian yang diucapkan anaknya dengan tegas membuat ibu Sa’ad bin Abi Waqqash tertegun sesaat.

Akhirnya ia mulai mengerti dan sadar, bahwa anaknya telah memegang teguh keyakinannya. Untuk menghormati ibunya, Sa’ad kembali mengajaknya untuk makan dengannya, karena ibu ini telah merasakan kelaparan yang amat sangat dan ia telah memaklumi pula bahwa anak yang dicintainya tidak akan mundur setapakpun dari agama yang dianutnya, maka ibu Sa’ad mundur dari pendiriannya dan memenuhi ajakan anaknya untuk makan bersama. Alangkah gembiranya hati Sa’ad bin Abi Waqqash. Ujian iman ternyata dapat diatasinya dengan ketabahan dan memohon pertolongan Allah.

Keesokan paginya, Sa’ad pergi menuju ke rumah Nabi Saw. Sewaktu ia berada di tengah majlis Nabi Saw, turunlah firman Allah yang menyokong pendirian Sa’ad bin Abi Waqqash:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu-bapakmu; hanya kepada-Ku-lah tempat kamu kembali. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu turuti keduanya, dan bergaullah dengan keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah tempat kembalimu. Maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. Luqman: 14-15)

cerita sahabat rasul-yangpentingshare

III.Singa yang menyembunyikan kukunya dan Ahli surga

Demikianlah, keimanan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Allah dan Rasul-Nya telah mendapat keridhaan Ilahi. Al-Qur’an telah mengabadikan peristiwa itu menjadi pedoman buat kaum Muslimin. Terkadang Sa’ad mencucurkan air matanya apabila ia sedang berada di dekat Nabi Saw. Ia adalah seorang sahabat Rasul Allah Saw, yang diterima amal ibadahnya dan diberi nikmat dengan doa Rasul Allah Saw, agar doanya kepada Allah dikabulkan.

Apabila Sa'ad bermohon diberi kemenangan oleh Allah pastilah Allah akan mengabulkan doanya. Pada suatu hari, ketika Rasul Allah Saw, sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba beliau menatap ke langit seolah mendengar bisikan malaikat. Kemudian Rasul kembali menatap kepada sahabatnya dengan berkata : "Sekarang akan ada di hadapan kalian seorang laki-laki dari penduduk surga".

Mendengar ucapan Rasul Allah Saw, para sahabat menengok ke kanan dan ke kiri pada setiap arah, untuk melihat siapakah gerangan lelaki berbahagia yang menjadi penduduk surga. Tidak lama berselang datanglah laki-laki yang ditunggu itu, dialah Sa’ad bin Abi Waqqash. Disamping terkenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, Sa’ad bin Abi Waqash juga terkenal karena keberaniannya dalam peperangan membela agama Allah.

Ketika tentara muslimin lari kocar-kacir dalam perang Uhud, Rasulullah saw. tinggal di medan tempur dengan kelompok kecil tentara muslimin tidak lebih dari sepuluh orang. Satu diantaranya adalah Sa’ad bin Abi Waqqash. Sa’ad berdiri melindungi Rasulullah saw. dengan panahnya. Tidak satupun anak panah yang dilepaskan Sa’ad dari busur melainkan mengenai sasaran dengan jitu, dan orang musyrik yang terkena, langsung tewas seketika. Tatkala Rasulullah saw. melihat Sa’ad seorang pemanah jitu, beliau berkata memberinya semangat, ”Panahlah hai Sa’ad ! Ayah-Ibuku menjadi jaminan bagimu”. Sa’ad bin Abi Waqqash, hampir selalu menyertai Nabi Saw dalam setiap pertempuran.

IV.Doa saad selalu dikabulkan

Diriwayatkan dari Qais, bahwa Sa’ad menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah saw pernah bersabda,

“Ya Allah, kabulkanlah Sa’ad jika dia berdoa.”

Setelah didoakan seperti itu,maka setiap doanya senantiasa dikabulkan oleh Allah. Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah, dia berkata,“Suatu ketika penduduk Mekah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Umar bin Khattab, mereka mengatakan bahwa shalatnya tidak baik. Sa’ad kemudian membantah, ‘Aku mengerjakan shalat sesuai dengan shalatnya Rasulullah saw. Shalatku pada waktu isya, aku lakukan dengan lama pada dua rakaat pertama sedangkan pada dua rakaat terakhir aku lakukan dengan ringkas.’ Mendengar itu Umar bin Khattab berkata, “Berarti itu hanya prasangka terhadapmu wahai Abu Ishaq.’

Dia kemudian mengutus beberapa orang untuk bertanya tentang dirinya di Kufah, ternyata ketika mereka mendatangi masjid-masjid di Kuffah, mereka mendapat informasi yang baik, hingga ketika mereka datang ke masjid Bani Isa, seorang pria bernama Abu Sa’dah berkata, ‘Demi Allah, dia tidak adil dalam menetapkan hukum, tidak membagi secara adil dan tidak berjalan (untuk melakukan pemeriksaan) di waktu malam. Setelah itu Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, ‘Ya Allah, jika dia bohong maka butakanlah matanya, panjangkanlah usianya dan timpakanlah fitnah kepadanya.’”

Abdul Malik berkata,“Pada saat itu aku melihat Abu Sa’dah menderita penyakit tuli dan jika ditanya bagaimana keadaanmu, dia menjawab, ‘Orang tua yang terkena fitnah, aku terkutuk oleh doa Sa’ad.”(HR. Muttafaq ‘Alaihi).

Diriwayatkan dari Ibnu Al Musayyib, bahwa suatu ketika seorang pria mencela Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam. Mendengar itu, Sa’ad menegurnya,“Janganlah kamu mencela sahabat-sahabatku.’ Tetapi pria itu tidak mau menerima. Setelah itu Sa’ad berdiri, lalu mengerjakan shalat dua rakaat dan berdoa. Tiba-tiba seekor unta bukhti (peranakan unta Arab dan Dakhil) muncul menyeruduk pria tersebut hingga jatuh tersungkur di atas tanah, lantas meletakkannya di antara dada dan lantai hingga akhirnya ia terbunuh. Aku melihat orang-orang mengikuti Sa’ad dan berkata, ‘Selamat kamu wahai Abu Ishaq, doamu terkabulkan.’”

Sejarah mencatat, hari-hari terakhir Panglima Sa’ad bin Abi Waqqash ialah ketika ia memasuki usia delapan puluh tahun. Dalam keadaan sakit Sa’ad bin Abi Waqqash berpesan kepada para sahabatnya, agar ia dikafani dengan Jubah yang digunakannya dalam perang Badr, sebagai perang kemenangan pertama untuk kaum muslimin. Pahlawan perkasa ini telah menghembuskan nafas yang terakhir dengan meningalkan kenangan indah dan nama yang harum. Ada dua hal penting yang dikenang orang tentang kesatriaannya. Pertama, Sa’ad adalah orang yang pertama melepaskan anak panah dalam membela agama Allah dan juga orang yang mula-mula terkena anak panah. Dan yang kedua, Sa’ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasul Saw dengan jaminan kedua orang tua Nabi Saw. Ia dimakamkan di pemakaman Baqi’, makamnya para Syuhada.

sumber:Surau-alikhlas dan berbagai sumber


Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

28 Jul 2011

Yang Penting Share:Sajak ramadhan

award ramadhan

Ramadhan Lagi Dan Lagi

Karya :randy Oktaran

(admin yang Penting Share)

Alhamdulilah

Waktu itu datang lagi

saat Usia bertambah lagi

engkau masih memberi

waktu yang datang cuma sekali

Waktu Untuk Mensucikan Diri

Marhaban Ya ramadhan

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

27 Jun 2011

Woow!! Wong Fei Hung Itu Ternyata Muslim

Assalamualaikum wr.wb
wong Fei Hung
Salam sejahtera buat kita semua.Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu itupun dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?Yang Penting Share akan mengungkapnya setajam Silet (wkwkwkk ngakak mode on).

Pemirsa (gaya peniti Bros),Ternyata Wong Fei Hung yang kita kenal dalam film Once Upon A time itu memang berasal dari kisah nyata. Dia adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
 
Tahukah sobat? Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Baca :Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Faiz . Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying (mohon jangan dipelesetkan) adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.Mirip cerita nya Si pitung Yang suka membantu yee??

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in (tanpa tambahan Ta) ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Setelah Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.Bagaimanakah kisah wong fei hung selanjutnya,Mari kita simak dahulu iklan sponsor yang berikut ini,treett
-----------------------------
Pemirsa,Kemblai bersama Peniti Bros,Kelanjutan cerita wong fei hung tatkala Hung Hei-Kwun (pemimpin pemberontakan bersejarah) yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala Kebaikannya menjadi pelajaran bagi kita semua.

Demikianlah Sedikit sejarah tentang wong Fei hhung bersama Peniti Bross Mohon sekiranya postingan amburadul ini diambil hikmahnya.Jangan cuma bisa nonton filmnya saja ya.Tetap di SILET eh Yang penting Share Investigasi.(sumber)

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

14 Jun 2011

Tony Blair Said :saya Baca Quran Tiap Hari

assalamualaikum wr.wb
tony blair suka baca quran
Dikutip dari Inilah.com,Pengakuan dari mantan PM inggris ini begitu mengejutkan publik.Betapa tidak,Mantan Perdana Menteri (PM) Negeri ratu elizabeth ini mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.

Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah. Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.
“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.

Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya

Emang sih,Tony blair belum menjadi muslim alias masih katholik,tetapi sikapnya yang menoleransi umat islam,dan sikapnya terhadap konflik  palestina dan israel serta kegemarannya membaca Alquran (terjemahan) tentunya membuka jalan untuk umat islam agar lebih dihargai dimata dunia internasional.

Nah lo,umat agama lain aja pada mengakui mukjizat alquran yang bisa membuat Tony blair melek iman,trus bagaimana si empunya sendiri alias para kaum muslimin?.Rasanya masih banyak yang mengacuhkan nya,dan larut dalam kehidupan Duniawi.ckckck,salut deh buat Tony Blair,semoga Islam semakin diakui oleh dunia sebagai agama pembawa kedamaian bukan agama kekerasan.I love Islam full,and you ??



Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

9 Mar 2011

Memaknai Hari PErempuan sedunia

Assalamualaikum Wr.wb

"Selamat hari Wanita sedunia,"kata itu terucap kemarin,tanggal 8 maret 2011 oleh orang orang didunia unruk memeperingati hari perempuan sedunia.Bukan berarti hanya pada hari itu saja kita menghormati para wanita di Dunia,tetapi menjadi simbol bahwa Wanita adalah mahluk tuhan yang maha Indah,dan juga disebut perhiasan dunia,serta simbol kemajuan atau kemunduran suatu bangsa.

Anyway,mungkin banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang di Dunia ini untuk mengungkapkan hari spesial itu.Yang jelas,Jika menoleh dari sejarahnya, peringatan hari perempuan sedunia yang untuk pertama kali diperingati di Amerika pada tahun 1909 ini, merupakan tonggak lahirnya perjuangan kaum wanita dalam perjuangannya menegakkan hak-hak kemerdekaan, kesetaraan dan pengakuan terhadap kaum wanita. selintas dari sejarah hari perempuan sedunia merupakan sebuah perjalanan panjang selama berabad lamanya dari kaum perempuan biasa dalam perjuangannya yang menorehkan sejarah. perjuangan perempuan memang belum membuahkan kemerdekaan. perjuangan perempuan adalah sejarah perjuangan terpanjang hingga saat ini.

Perempuan adalah simbol keindahan, tapi perempuan juga adalah simbol kekerasan dan pelecehan. setiap saat, di setiap selahan bumi ini ada kekerasan, penyiksaan, pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan. meskipun begitu banyak suara-suara dan aspirasi-aspirasi yang meneriakkan kesamaan gender dan anti diskriminasi terhadap perempuan dan kelompok minoritas tertentu, tetapi semakin kencang teriakkan itu, semakin banyak pula perempuan-perempuan terakiti dan termarginal.

Ide untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sebetulnya telah berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri ini sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan pemunculan paham-paham radikal. Berikut ini adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Sedunia.

1909 :
Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di Amerika Serikat.Hari hari tersebut kemudian terus diperingati perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.

1910:
Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

1911:
Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati (pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

1913-1914
Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada hari Minggu terakhir bulan Februari 1913. Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar tanggal 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-saudara perempuan di manapun juga.

1917
Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan "Roti dan Perdamaian". Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu. Hari bersejarah itu jatuh pada tanggal 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan). Dan sejak saat itulah Hari Perempuan Sedunia diperingati pada hari yang sama oleh perempuan di seluruh dunia..

Dari beberapa peringatan-peringatan penting di dunia, mungkin hari peringatan perempuan sedunia yang jatuh pada hari ini kurang ber-gaung diantara ramainya isu-isu dan polemik yang ada di negeri ini. namun, seperti halnya beberapa peringatan-peringatan lainnya yang hanya sebatas dilalui dan dirayakan dengan orasi dan aksi demonstrasi di jalan-jalan, betapa hal ini justru semakin menutup mata para petinggi negeri qini. dari sekian banyak lembaga dan organisasi yang berkomitmen demi memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, tidakkah suara-suara mereka akan melahirkan sebuah ketegasan dan aturan yang “sedikit lebih keras” untuk membuat jera para pelaku dan pengambik hak-hak perempuan itu.

Hari Perempuan Sedunia sesungguhnya merupakan kisah perempuan biasa menoreh catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki. Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntuk dihentikannya peperangan; dalam Revolusi Prancis, perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan "kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan" menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu. 

Berikut petikan hadist mengenai kedudukan wanita yang amat di agungkan dalam islam :

"Wahai kaum Ayah/Suami/Kakak Lelaki/Anak Lelaki(kaum ADAM), mulailah dari sejak dini 
memuliakan wanita baik itu Ibu/Istri/Kakak Perempuan/Anak Perempuan. Karena yang demikian itu Allah menjanjikan Surga. (HR Abu Dawud)

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

28 Feb 2011

Muhammad SAW dan sejarah HidupnYa


                                                                    
Michael H. Hart, dalam bukunya The 100, menetapkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal agama maupun hal duniawi. Dia memimpin bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

17 Feb 2011

TOP TEN MISCONCEPTIONS ABOUT ISLAM

For Now,there are 10  Misconception about islam that being headline in our life.We must know if its wrong concept and we must delete it from our mine.

top ten misconception about islam
1.Misconception : Muslims are violent, terrorists and/or extremists.

This is the biggest misconception in Islam, no doubt resulting from the constant stereotyping and bashing the media gives Islam. When a gunman attacks a mosque in the name of Judaism, a Catholic IRA guerrilla sets off a bomb in an urban area, or Serbian Orthodox militiamen rape and kill innocent Muslim civilians, these acts are not used to stereotype an entire faith. Never are these acts attributed to the religion of the perpetrators. Yet how many times have we heard the words ‘Islamic, Muslim fundamentalist. etc.’ linked with violence.
Politics in so called “Muslim countries” may or may not have any Islamic basis. Often dictators and politicians will use the name of Islam for their own purposes. One should remember to go to the source of Islam and separate what the true religion of Islam says from what is portrayed in the media. Islam literally means ‘submission to God’ and is derived from a root word meaning ‘peace’.
Islam may seem exotic or even extreme in the modern world. Perhaps this is because religion doesn’t dominate everyday life in the West, whereas Islam is considered a ‘way of life’ for Muslims and they make no division between secular and sacred in their lives. Like Christianity, Islam permits fighting in self-defense, in defense of religion, or on the part of those who have been expelled forcibly from their homes. It lays down strict rules of combat which include prohibitions against harming civilians and against destroying crops, trees and livestock.

NOWHERE DOES ISLAM ENJOIN THE KILLING OF INNOCENTS.. The Quran says:



“Fight in the cause of God against those who fight you, but do not transgress limits. God does not love transgressors.” (Quran 2:190) “If they seek peace, then seek you peace. And trust in God for He is the One that heareth and knoweth all things.” (Quran 8:61) 

War, therefore, is the last resort, and is subject to the rigorous conditions laid down by the sacred law. The term ‘jihad’ literally means ‘struggle’. Muslims believe that there are two kinds of jihad. The other ‘jihad’ is the inner struggle of the soul which everyone wages against egotistic desires for the sake of attaining inner peace.  

2.Misconception:Islam oppresses women.

top ten misconception about islam
The image of the typical Muslim woman wearing the veil and forced to stay home and forbidden to drive is all too common in most peoples thoughts. Although some Muslim countries may have laws that oppress women, this should not be seen as coming from Islam. Many of these countries do not rule by any kind of Shari’ah (Islamic law) and introduce their own cultural standpoints on the issue of gender equity.

Islam on the other hand gives men and women different roles and equity between the two is laid down in the Quran and the example of the Prophet (peace be upon him). Islam sees a woman, whether single or married, as an individual in her own right, with the right to own and dispose of her property and earnings. A marriage gift is given by the groom to the bride for her own personal use, and she keeps her own family name rather than taking her husband’s. Both men and women are expected to dress in a way that is modest and dignified. The Messenger of God (peace be upon him) said: “The most perfect in faith amongst believers is he who is best in manner and kindest to his wife.”
Violence of any kind towards women and forcing them against their will for anything is not allowed. A Muslim marriage is a simple, legal agreement in which either partner is free to include conditions. Marriage customs thus vary widely from country to country. Divorce is not common, although it is acceptable as a last resort. According to Islam, a Muslim girl cannot be forced to marry against her will: her parents simply suggest young men they think may be suitable.

top ten misconception about islam

3.
Misconception :Muslims worship a different God.

Allah is simply the Arabic word for God. Allah for Muslims is the greatest and most inclusive of the Names of God, it is an Arabic word of rich meaning, denoting the one and only God and ascribing no partners to Him. It is exactly the same word which the Jews, in Hebrew, use for God (eloh), the word which Jesus Christ used in Aramaic when he prayed to God. God has an identical name in Judaism, Christianity, and Islam; Allah is the same God worshiped by Muslims, Christians and Jews. Muslims believe that Allah’s sovereignty is to be acknowledged in worship and in the pledge to obey His teaching and commandments, conveyed through His messengers and prophets who were sent at various times and in many places throughout history. However, it should be noted that God in Islam is One and Only. He, the Exalted, does not get tired, does not have a son ie Jesus or have associates, nor does He have human-like attributions as found in other faiths.

4.Islam was spread by the sword and intolerant of other faiths.
top ten misconception about islam
Many social studies textbooks for students show the image of an Arab horseman carrying a sword in one hand and the Quran in the other conquering and forcibly converting. This, though, is not a correct portrayal of history. Islam has always given respect and freedom of religion to all faiths. The Quran says: 
“God forbids you not, with regards to those who fight you not for [your] faith nor drive you out of your homes, from dealing kindly and justly with them; for God loveth those who are just.( 60:8)
Freedom of religion is laid down in the Quran itself: “There is no compulsion (or coercion) in the religion (Islam). The right direction is distinctly clear from error”. (2:256) Christian missionary, T.W. Arnold had this opinion on his study of the question of the spread of Islam: “.. of any organized attempt to force the acceptance of Islam on the non-Muslim population, or of any systematic persecution intended to stamp out the Christian religion, we hear nothing. Had the caliphs chosen to adopt either course of action, they might have swept away Christianity as easily as Ferdinand and Isabella drove Islam out of Spain, or Louis XIV made Protestanism …”

It is a function of Islamic law to protect the privileged status of minorities, and this is why non-Muslim places of worship have flourished all over the Islamic world. History provides many examples of Muslim tolerance towards other faiths: when the caliph Omar entered Jerusalem in the year 634, Islam granted freedom of worship to all religious communities in the city. Proclaiming to the inhabitants that their lives, and property were safe, and that their places of worship would never be taken from them, he asked the Christian patriarch Sophronius to accompany him on a visit to all the holy places. Islamic law also permits non-Muslim minorities to set up their own courts, which implement family laws drawn up by the minorities themselves. The life and property of all citizens in an Islamic state are considered sacred whether the person is Muslim or not.

Racism is not a part of Islam, the Quran speaks only of human equality and how all peoples are equal in the sight of God. “O mankind! We created you from a single soul, male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly, the most honored of you in God’s sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing, All- Aware. (49:13)

5.
Misconception :All Muslims are Arabs

top ten misconception about islam
The Muslim population of the world is around 1.2 billion. 1 out of 5 people in the world is a Muslim. They are a vast range of races, nationalities, and cultures from around the globe—from the Phillipines to Nigeria—they are united by their common Islamic faith.
Only about 18% live in the Arab world and the largest Muslim community is in Indonesia. Most Muslims live east of Pakistan. 30% of Muslims live in the Indian subcontinent, 20% in Sub-Saharan Africa, 17% in Southeast Asia, 18% in the Arab world, and 10% in the Soviet Union and China. Turkey, Iran and Afghanistan make up 10% of the non-Arab Middle East. Although there are Muslim minorities in almost every area, including Latin America and Australia, they are most numerous in Russia and its newly independent states, India andcentral Africa. There are about 6 million Muslims in the United States.

top ten misconception about islam

6.
Misconception :The Nation of Islam is a Muslim group.

Islam and the so called “Nation of Islam’” are two different religions. NOI is more of a political organization since its members are not limited to a single faith. Muslims consider this group to be just one of many cults using the name of Islam for their own gain. The only thing common between them is the jargon, the language used by both. “The Nation of Islam” is a misnomer; this religion should be called Farrakhanism, after the name of its propogator, Louis Farrakhan.
Islam and Farakhanism differ in many fundamental ways. For example, Farakhan followers believe in racism and that the ‘black man’ was the original man and therefore superior, while in Islam there is no racism and everyone is considered equal in the sight of God, the only difference being in one’s piety. There are many other theological examples that show the ‘Nation’s teachings have little to do with true Islam. There are many groups in America who claim to represent Islam and call their adherents Muslims.
Any serious student of Islam has a duty to investigate and find the true Islam. The only two authentic sources which bind every Muslim are 1. the Quran and 2. authentic or sound Hadith. Any teachings under the label of “Islam” which contradict or at variance with the direct understanding of fundamental beliefs and practices of Islam form the Quran and authentic Hadith should be rejected and such a religion should be considered a Pseudo-Islamic Cult. In America there are many pseudo-Islamic cults, Farrakhanism being one of them. An honest attitude on the part of such cults should be not to call themselves Muslims and their religion Islam. such an example of honesty is Bahaism which is an off-shoot of Islam but Bahais do not call themselves Muslims nor their religion, Islam. In fact Bahaism is not Islam just as Farrakhanism is not Islam.

top ten misconception about islam

7.
Misconception :All Muslim men marry four wives.

The religion of Islam was revealed for all societies and all times and so accommodates widely differing social requirements. Circumstances may warrant the taking of another wife but the right is granted, according to the Quran, only on condition that the husband is scrupulously fair. No woman can be forced into this kind of marriage if they do not wish it, and they also have the right to exclude it in their marriage contract.
Polygamy is neither mandatory, nor encouraged, but merely permitted. Images of “sheikhs with harems” are not consistent with Islam, as a man is only allowed at most four wives only if he can fulfill the stringent conditions of treating each fairly and providing each with separate housing etc. Permission to practice polygamy is not associated with mere satisfaction of passion. It is rather associated with compassion toward widows and orphans. It was the Quran that limited and put conditions on the practice of polygamy among the Arabs, who had as many as ten or more wives and considered them “property”.
It is both honest and accurate to say that it is Islam that regulated this practice, limited it, made it more humane, and instituted equal rights and status for all wives. What the Qur’anic decrees amount to, taken together is discouragement of polygamy unless necessity for it exists. It is also evident that the general rule in Islam is monogamy and not polygamy. It is a very tiny percentage of Muslims that practice it over the world. However, permission to practice limited polygamy is only consistent with Islam’s realistic view of the nature of man and woman and of various social needs, problems and cultural variations.
The question is, however far more than the inherent flexibility of Islam; it also is the frank and straightforward approach of Islam in dealing with practical problems. Rather than requiring hypocritical and superficial compliance, Islam delves deeper into the problems of individuals and societies, and provides for legitimate and clean solutions which are far more beneficial than would be the case if they were ignored. There is no doubt that the second wife legally married and treated kindly is better off than a mistress without any legal rights or expermanence.

8.
Misconception :Muslims are a barbaric, backward people.
Among the reasons for the rapid and peaceful spread of Islam was the simplicity of its doctrine-Islam calls for faith in only one God worthy of worship. It also repeatedly instructs man to use his powers of intelligence and observation. Within a few years, great civilizations and universities were flourishing, for according to the Prophet (pbuh), ‘seeking knowledge is an obligation for every Muslim man and woman’.
The synthesis of Eastern and Western ideas and of new thought with old, brought about great advances in medicine, mathematics, physics, astronomy, geography, architecture, art, literature, and history. Many crucial systems such as algebra, the Arabic numerals, and also the concept of the zero (vital to the advancement of mathematics), were transmitted to medieval Europe from Islam. Sophisticated instruments which were to make possible the European voyages of discovery were developed, including the astrolabe, the quadrant and good navigational maps.

9.
Misconception :Muhammad was the founder of Islam and Muslims worship him.

Muhammad(pbuh) was born in Mecca in the year 570. Since his father died before his birth, and his mother shortly afterwards, he was raised by his uncle from the respected tribe of Quraysh. As he grew up, he became known for his truthfulness, generosity and sincerity, so that he was sought after for his ability to arbitrate in disputes. The historians describe him as calm and meditative. Muhammad (pbuh) was of a deeply religious nature, and had long detested the decadence of his society.
It became his habit to meditate from time to time in the Cave of Hira near Mecca. At the age of 40, while engaged in a meditative retreat, Muhammad(pbuh) received his first revelation from God through the Angel Gabriel. This revelation, which continued for 23 years is known as the Quran. As soon as he began to recite the words he heard from Gabriel, and to preach the truth which God had revealed to him, he and his small group of followers suffered bitter persecution, which grew so fierce that in the year 622 God gave them the command to emigrate.
This event, the Hijra ‘migration’, in which they left Mecca for the city of Medina, marks the beginning of the Muslim calendar. After several years, the Prophet and his followers were able to return to Mecca, where they forgave their enemies and established Islam definitively. Before the Prophet saw dies at the age of 63, the greater part of Arabia was Muslim, and within a century of his death Islam had spread to Spain in the West and as far East as China. He died with less than 5 possessions to his name.
While Muhammad SAW was chosen to deliver the message, he is not considered the “founder” of Islam, since Muslims consider Islam to be the same divine guidance sent to all peoples before. Muslims believe all the prophets from Adam, Noah, Moses, Jesus etc. were all sent with divine guidance for their peoples. Every prophet was sent to his own people, but Muhammad(pbuh) was sent to all of mankind. Muhammad is the last and final messenger sent to deliver the message of Islam. Muslims revere and honor him (pbuh) for all he went through and his dedication, but they do not worship him. “O Prophet, verily We have sent you as a witness and a bearer of glad tidings and a warner and as one who invites unto God by His leave and as an illuminating lamp.”(33:45-6)

10.
Misconception :Muslims don’t believe in Jesus or any other prophets.

Muslims respect and revere Jesus, upon him be peace, and await his Second Coming. They consider him one of the greatest of God’s messengers to mankind. A Muslim never refers to him simply as ‘Jesus’, but always adds the phrase ‘upon him be peace’ (abbreviated as (u) here). The Quran confirms his virgin birth (a chapter of the Quran is entitled ‘Mary’), and Mary is considered the purest woman in all creation. The Quran describes the Annunciation as follows:


“Behold!” the Angel said, “God has chosen you, and purified you, and chosen you above the women of all nations. O Mary, God gives you good news of a word from Him whose name shall be the Messiah, Jesus son of Mary, honored in this world and the Hereafter, and one of those brought near to God. He shall speak to the people from his cradle and in maturity, and shall be of the righteous.” She said: “O my Lord! How shall I have a son when no man has touched me?” He said: “Even so; God creates what He will. When He decrees a thing, He says to it, “Be!” and it is” (Quran 3:42-47)
Jesus (u) was born miraculously through the same power, which had brought Adam (u) into being without a father: “Truly, the likeness of Jesus with God is as the likeness of Adam. He created him of dust, and then said to him, ‘Be!’ and he was.” (3:59) During his prophetic mission Jesus (u) performed many miracles. The Quran tells us that he said: “ I have come to you with a sign from your Lord: I make for you out of clay, as it were, the figure of a bird, and breath into it and it becomes a bird by God’s leave. And I heal the blind, and the lepers, and I raise the dead by God’s leave.” (3:49) Neither Muhammad (pbuh) not Jesus (u) came to change the basic doctrine of the brief in One God brought by earlier prophets, but to confirm and renew it.
In the Quran Jesus (u) is reported as saying that he came: “To attest the law which was before me. And to make lawful to you part of what was forbidden you; I have come to you with a sign from your Lord, so fear God and obey Me. (3:50) The Prophet Muhammad (pbuh) said:


“Whoever believes there is no god but God, alone without partner, that Muhammad (pbuh) is His messenger, that Jesus is the servant and messenger of God, His word breathed into Mary and a spirit emanating from Him, and that Paradise and Hell are true, shall be received by God into Heaven. “(Hadith related by Bukhari).

Resource : http://www.jannah.org/articles/misc.html

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854

12 Feb 2011

Tahukah Anda,Ternyata JILBAB Bukan Punya ISLAM Saja

Bagi sebagian orang judul di atas mungkin terasa aneh, karena jilbab sering dipandang sebagai identitas Islam. Pandangan seperti ini memang tidak terlalu salah, karena hampir semua orang tahu bahwa Islam mewajibkan para wanita (muslimah) memakai jilbab.


Perdebatan biasanya hanya berkutat di seputar fungsi jilbab dan hubungannya dengan etika.Dalam pandangan orang, jilbab sering diartikan sebagai sesuatu yang eksklusif dan tidak bisa menerima sekaligus diterima dalam suatu perbedaan.


Bahkan pada sebagian orang yang tidak tahu menahu bahkan cenderung blank, jilbab dianggap sebagai trouble maker. Penerapan hukum wajib memakai jilbab bagi wanita di Aceh dan pelarangan wanita berjilbab di beberapa negara adalah contoh bagaimana 2 kubu yang saling bertentangan dan bersebrangan saling beradu pendapat. Tetapi kebenaran tetaplah kebenaran meskipun Ia keluar dari Mulut Durjana


Istilah jilbab di Indonesia pada awalnya dikenal sebagai kerudung untuk menutupi kepala (rambut) wanita. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador di Iran, pardeh di India dan Pakistan, milayat di Libya, abaya di Irak ,charshaf di Turki, dan hijâb di beberapa negara Arab-Afrika seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman.


Terlepas dari istilah yang digunakan, sebenarnya konsep hijâb bukanlah ‘milik’ Islam saja. Dan bukan satu - satunya agama yang mewajibkan Jilbab. Betul, Jilbab ternyata sudah diwajibkan pada setiap Kenabian.


Dalam kitab Taurat, kitab suci agama Yahudi, terdapat beberapa istilah yang semakna dengan hijâb seperti tif’eret. Cukup membuktikan Jika Hal itu pernah diwajibkan pada masa Nabi Musa.


Demikian pula dalam kitab Injil yang merupakan kitab suci agama Nasrani (Kristen dan Katolik) juga ditemukan istilah semakna. Misalnya istilah zammah, re’alah, zaif dan mitpahat. Lagi lagi membuktikan bahwa menutup aurat adalah sesuatu yang diwajibkan pada Masa Nabi Isa a.s


Menurut Eipstein, seperti dikutip Nasaruddin Umar dalam tulisannya, hijâb sudah dikenal sebelum adanya agama-agama Samawi (Yahudi dan Nasrani). Bahkan Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa pakaian yang menutupi kepala dan tubuh wanita itu sudah menjadi wacana dalam Code Bilalama (3.000 SM), kemudian berlanjut di dalam Code Hammurabi (2.000 SM) dan Code AsyiriaKompas, 25/11/02). (1.500 SM). Ketentuan penggunaan jilbab bahkan sudah dikenal di beberapa kota tua seperti Mesopotamia, Babilonia, dan Asyiria (Kompas, 25/11/02).


Alhasil, perdebatan tentang jilbab sendiri sudah terjawab pada poin poin diatas. Ada sesuatu yang luar biasa besar tentang JILBAB, sebuah misteri sekaligus keajaiban yang hanya bisa dibaca oleh Orang yang bukan sekedar berakal, melainkan juga menggunakan akalnya itu.


Faktanya sejak dahulu sampai saat ini jilbab tidak hanya menjadi bagian dari dinamika peradaban, namun telah menjadi pertanda Keagungan, kebaikan dan ketaatan terhadap sebuah keyakinan dari seorang Wanita.
Lalu atas dasar apa kalian meninggalkan sebuah mahkota keagungan, yang justru dilakukan oleh orang terbaik dari kalangan kalian saja. Apakah kita  hendak berbantah- bantahan ketika semua sudah terang benderang.

Jilbab dengan segala fungsi dan keutamaannya betul betul menjadi Sebuah Pakaian Kebesaran Wanita Yang Tak Bisa Luntur oleh Zaman meskipun orang kafir, orang zalim, dan Orang Munafik membencinya.




Photo-Photo
Jilbab telah menjadi pakaian muslimah untuk menutupi aurat serta melambangkan keagungan wanita


 Bunda Theresa (Agnes Gonxha), salah satu tokoh panutan umat Kristen dan Katolik selalu memakai jilbab dalam hidupnya.


 Rabbi Rachel, salah satu Rabbi yang sangat dihormati oleh umat Yahudi juga selalu menggunakan penutup kepala dan longdress dalam kesehariannya, terutama pada saat memimpin prosesi keagamaan.


Pakaian orang-orang Eropa dan Amerika sejak abad pertengahan. Pakaian panjang yang anggun dengan penutup kepala yang khas itu tidak hanya dipakai oleh kerabat kerajaan dan kaum borjuis, namun juga dipakai oleh rakyat kebanyakan. Bahkan style fashionera ini telah menginspirasi para perancang busana saat ini untuk dipakai pada acara-acara agung seperti pernikahan.


Orang-orang India yang sebagian besar penganut ajaran Hindu. Pakaian yang panjang sampai menyentuh mata kaki dengan kerudung menutupi kepala adalah pakaian khas yang dipakai sehari-hari.



Begitu juga dalam tradisi masyarakat Jepang dan tradisi-tradisi sebagian besar kelompok masyarakat di bumi yang telah memiliki peradaban.


Dewi Kwan Im (Avalokitesvara Bodhisattva) , yang dikenal sebagai Buddha dengan 20 ajaran welas asih, juga digambarkan memakai pakaian suci yang panjang menutup seluruh tubuh dengan kerudung berwarna putih menutup kepala.


Sumber :SitusLaka-laka.com


SEe Also

Tampilan terbaik menggunakan Google chrome dan Mozilla +5 layar 1280x854